Selasa, 05 Januari 2010

Al - Munawaroh The Organic Islamic Centre

PROJECT TITLE : Islamic Centre Al - Munawaroh

PROJECT OBJECTIVE

Produk dari proyek ini adalah sebuah kawasan masjid yang menjadi pemantik pertumbuhan bagi suatu wilayah. Kawasan masjid yang menjadi Islamic Centre seluas kurang lebih 15.000 meter2 ini terdiri dari beberapa gubahan masa dimana setiap bangunan ini akan menampung 4 kegiatan utama di masjid yaitu kegiatan Ibadah & dzikir, Da’wah, Ta’lim dan service. Dengan mewadahi 4 kegiatan ini, diharapkan masjid ini akan tetap hidup dalam 24 jam sehingga wilayah ini akan tetap hidup dalam 24 jam pula. Dengan masjid sebagai pusat pertumbuhan wilayah ini, diharapkan akan membawa pengaruh yang Islami bagi masyarakat wilayah tersebut khususnya dan bagi masyarakat luas pada umumnya.

Masjid ini akan menjadi sebuah kawasan tumbuh yang akan berkembang dalam jangka panjang hinggga 50 tahun. Desain akan menitik beratkan pada 3 titik tahun pertumbuhan yaitu pada tahun ke 10, tahun 25 serta tahun ke 50



PROBLEM STATEMENT
  • Daerah Kricak merupakan daerah padat penduduk yang terletak di tengah kota, bagian timurnya merupakan daerah komersil berupa pertokoan yang tidak bisa diubah fungsinya menjadi daerah pemukiman karena lokasi ini terletak di pinggir jalan utama dan sangat menjanjikan sebagai area perdagangan. Selain itu, warga yang sudah membangun perdagangannya di sini tidak akan setuju jika daerah ini dialih fungsikan menjadi daerah pemukiman.
  • Pertambahan penduduk tiap tahunnya menuntut tersedianya lahan yang mampu menampung jumlah penduduk. Tetapi permasalahan lahan merupakan permasalahan yang tak dapat diganggu gugat karena tak dapat diperbarui atau ditambah, dengan kata lain sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Akibatnya, kawasan ini akan semakin padat dengan rumah penduduk dan jumlah penduduknya juga.
  • Terdapat pemukiman di DAS Winongo yang rawan menjadi daerah slum.
  • Kurangnya jumlah ruang hijau baik mikro maupun makro di kawasan ini mengakibatkan kawasan ini gersang, panas, bahkan tidak baik karena tidak ada penetralisir udara yaitu berupa tanaman hijau yang mampu menyaring udara kotor karena asap kendaraan bermotor dari jalan utama yang berada di batas timur kawasan.
  • Kurangnya daerah resapan air karena sebagian besar permukaan tanah mengalami perkerasan baik menjadi bangunan maupun perkerasan jalan dengan aspal maupun conblock.
  • Sungai Winongo menjadi daerah yang tidak bersih karena warga menggunakan sungai ini untuk keperluan MCK dengan tak terkendali.Padahal warga juga menggunakan air dari sungai ini untuk keperluan rumah tangga sebagai air bersih. Akibatnya, warga yang menggunakan air sungai ini untuk keperluan air bersih akan terancam terjangkit penyakit karena air sungai di sini tidak bersih. Selanjutnya, PHBS di kawasan ini menjadi rendah dan kualitas kesehatan masyarakat di sini menurun.
  • DAS Winongo yang difungsikan menjadi pemukiman juga berbahaya karena daerah lereng sungai yang harusnya diperkuat dengan akar - akar tanaman agar tanah tidak longsor, dijadikan sebagai daerah pemukiman. Jika tanah lereng sungai ini tidak kuat lagi, maka bisa terjadi longsor dan akan membahayakan penghni rumah di lereng sungai.
  • Karena padatnya penduduk di sini, kawasan lebih didominasi dengan rumah penduduk. Dan area sirkulasi atau jalan arteri menjadi sedikit proporsinya. Jalan - jalan yang sempit tidak hanya menjadi ancaman untuk segi keamanan terutama saat malam hari tetapi juga menjadi hambatan misalnya saat sarana seperti mobil pemadam kebakaran harus masuk kawasan ini untuk memadamkan api tidak dapat masuk kawasan karena jalan terlalu kecil.
  • Sebagian besar masyarakat kawasan ini merupakan masyarakat dengan kondisi ekonomi dibawah rata - rata.
  • Banyak rumah yang termasuk tidak layak huni baik dari segi kekuatan bangunan, sirkulasi udara, kebersihan, atau adanya ruang hijau.
  • Kurangnya ruang terbuka yang dapat digunakan warga untuk kebutuhan sosial karena tak tersedianya lahan. Anak - anak tak punya ruang bermain sehingga mereka bermain di jalan - jalan kampung dan tentu saja ini membahayakan tidak hanya anak - anak itu sendiri tetapi para pengguna jalan juga.
  • Tidak adanya tempat atau ruang untuk parkir sehingga masyarakat akan memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan, padahal lebar jalan saja sudah termasuk sempit. Sehingga akan lebih mempersempit lebar jalan lagi dan akan mengganggu sirkulasi.
  • Karena terlalu padatnya kawasan ni, jarak antara rumah satu dan yang lain tidak ada sehingga mengurangi adanya ruang privat antara keluarga satu dan keluarga yang lain.


PROBLEM SOLVING
Beberapa problem tersebut diatasi dengan mendesain kawasan tersebut menjadi sebuah Green City yang didukung dengan bangunan dengan konsep Sustainable Design dan Green Architecture. Konsep yang digunakan adalah ORGANIC dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan bahkan jika memungkinkan dilakukan recycle atau daur ulang dengan menggunakan teknologi sederhana untuk efisiensi penggunaan sumber daya alam yang tersedia. Selain itu memperhatikan pentingnya faktor ekologi untuk masa depan karena semakin meningkatnya efek Global Warming, unsur ruang hijau harus tetap ada dan dipertahankan dalam sebuah kawasan. Untuk perencanaan jangka panjang, dibuat Design Guidelines yang mendukung konsep Organic seperti pelestarian Daerah Aliran Sungai ( DAS ), BCR dan FAR yang masih memperhatikan area yang difungsikan sebagai daerah resapan air hujan, garis sempadan antara rumah satu dan yang lain

SITE ANALYSIS
Lokasi Site


Kelurahan : Kricak
Kecamatan : Tegalrejo
Jumlah penduduk : 16.164 jiwa
Luas : 82 Ha
Kepadatan penduduk : 197,1 jiwa/Ha ( th 2008 )


Kondisi Geografis
  • Letak geografis Kota Yogyakarta diantara 110° 24’ 19” dan 110° 28’ 53” Bujur Timur (BT), 7° 49’ 26” dan 7° 15’ 24” Lintang Selatan (LS) dengan ketinggian rata-rata 114 m diatas permukaan laut.
  • Ketinggian air laut 100 – 119 m dari permukaan laut
  • Tertinggi curah hujan tahun 2006 bulan Maret =387,5 mm ,terendah bulan Juni- dengan September =0 mm. Rata-rata hari hujan per bulan 11,08 hari hujan,
  • suhu rata-rata 27,8°C
  • kelembaban udara rata-rata cukup tinggi pada bulan Maret =87% dan terendah bulan Juni-September =72%.
  • Angin pada umumnya bertiup angin muson, musim hujan bertiup angin barat daya dengan arah 240° bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak kering dengan arah ± 90° - 140° dengan rata-rata kecepatan 2-3 knot/jam.

Batas Site

Utara : Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Timur : Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo

Selatan : Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta

Barat : Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta


Site

Total luas site yang digunakan adalah 15.000 m2

View Site

Analisis Pengembangan Site

Site tidak digunakan seluruhnya secara langsung. Seiring dengan pengembangan, penggunaan site akan mengalami penambahan. Pada taun pertama, dari total luas site15.000 m2 hanya digunakan 7.300 m2


Kemudian pada tahun ke 25, seluruh bagian site digunakan tetapi tidak seluruhnya akan menjadi bangunan. Penambahan luas bangunan akan bertambah pada tahun ke 25 dan pada tahun ke 50 secara bertahap. Area pertokoan dan pemukiman di sebelah timur akan dipindahkan sehingga site berada di tepi jalan Magelang, tidak lagi dipisahkan oleh area pertokoan dan pemukiman.

SIRKULASI

Sirkulasi untuk tahun ke 10, dari Jalan MAgelang menuju gang Kricak Kidul lau menuju jalan arteri menuju site. Jalan arteri doperlebar menjadi 4 meter agar memudahkan sirkulasi.

Pada tahun ke 25, terjadi perluasan site sehingga area pertokoan dan pemukiman di sebelah timur site dipindahkan. Sirkulasi menuju site tidak lagi melalui jalan arteri tetapi langsung dari jalan Magelang memasuki area site melalui entrance.


THE DESIGN
CONCEPT

Masjid ini akan menjadi sebuah kawasan tumbuh yang akan berkembang dalam jangka panjang hinggga 50 tahun. Desain akan menitik beratkan pada 3 titik tahun pertumbuhan yaitu pada tahun ke 10, tahun 25 serta tahun ke 50. Melihat semakin meningkatnya tingkat pemanasan global, maka dari itu saya menggunakan konsep organic karena pentingnya factor ekologi yang akan sangat dibutuhkan pada masa mendatang. Kawasan masjid ini tetap memiliki sifat sebagai Green Architecture. Untuk itu, bangunan yang ada pada site ini tidak sepenuhnya dibuat menutup seluruh area site yang ada. Bangunan berupa gubahan – gubahan masa dipilih agar masih tersedia area – area yang menjadi daerah resapan air hujan. Tidak hanya itu, bangunan utama berupa masjid juga dibuat seakan “melayang” agar daerah tanah di bawah bangunan juga bisa menjadi daerah resapan air.

Selain itu, penggunaan teknologi juga diperhatikan untuk mendukung konsep organic disini. Selain menggunakan air tanah yang akan tetap tersedia karena masih banyaknya daerah resapan air hujan disini, curah hujan yang tinggi dimanfaatkan dengan menyimpan air hujan yang ditampung di ground water tank di bawah open space yang kemudian akan didaur ulang untuk keperluan air wudhu, menyiram tanaman dan untuk flushing toilet. Selain air hujan, air bekas air wudhu juga akan didaur ulang untuk penghematan penggunaan air tanah.

Sinar matahari yang melimpah juga akan dimanfaatkan sebagai penerangan alami pada siang hari sehingga pada siang hari tidak memerlukan listrik. Selain itu, akan dipasang photovoltaic pada beberapa bagian di bangunan sehingga cahaya matahari dapat dimanfaatkan dengan mengkonversinya menjadi tenaga listrik utnuk keperluan pencahayaan pada malam hari.

Untuk struktur, selain menggunakan baja, kolom – kolom pada bangunan masjid menggunakan beton berbambu, bukan menggunakan tulangan baja dengan pertimbangan bahwa bambu dalam level tertentu berkarakter sama dengan baja yaitu terhadap gaya tarik. Selain itu, penggunaan material bambu dilakukan karena pendekatan konsep organic, yaitu menggunakan material alam.

Kegiatan komersial tidak diwadahi dalam ruangan atau bangunan. Tetapi pada area yang menggunakan payung – payung raksasa dengan diameter lebar dan ketinggian tiang yang cukup tinggi. Kegiatan komersial akan berlangsung di bawah payung – payung tersebut. Payung – payung ini disusun sedemikian rupa sehingga saat hujan pun, area di bawahnya tidak akan kehujanan. Dengan menggunakan konsep payung - payun ini, area komersial yang umumnya akan penuh sesak dengan para konsumen akan terasa tidak panas atau pengap karena area ini berada pada ruang semi terbuka sehingga para konsumen akan tetap merasa nyaman untuk berbelanja. Selain itu untuk keperluan pengembangan kawasan, area komersial ini akan mengalami perkembangan dan pemindahan lokasi. Dan keuntungan lain dari penggunaan payung ini adalah untuk memudahkan pemindahan area komersial ini tanpa perlu mengeluarkan biaya atau membangun sebuah bangunan baru. Dengan kata lain, area komersial ini menjadi area yang fleksibel.

ZONING





zoning pada tahun ke 10












zoning pada tahun ke 25









zoning pada tahun ke 50






STUDI BENTUK

Terdapat 2 studi bentuk, yaitu untuk bangunan dengan fungsi sebagai tempat ibadah dan bangunan yang berfungsi sebagai ta’lim, da’wah dan service.

Bentuk pertama diambil dengan konsep ‘ibu yang merengkuh anak – anaknya’. Digambarkan dengan adanya hierarki yaitu pada kerucut bertiang 4 yang melambangkan sang ibu dan masa di kanan kirinya yang melambangkan sang anak. 4 tiang pada kerucut menggambarkan fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah, da’wah, ta’lim dan service. Diharapkan masjid ini dapat membawa jamaah menuju surga seperti sang ibu yang merengkuh anak – anaknya menuju kebajikan.






Bentuk bangunan kedua diambil dari konsep buah jeruk. Rasulullah bersabda, “Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an ialah seperti buah jeruk, rasanya manis dan aromanya harum” (HR. Bukhari 8/59 dan Muslim (797). Selain itu, jeruk adalah buah yang tidak disukai masjid dan membawa banyak manfaat bagi manusia. Diharapkan, masjid ini bisa membawa manfaat bagi para jamaahnya dan membawa menuju tingkat keimanan yang lebih baik. Selain itu, kawasan masjid yang menjadi pusat pertumbuhan kawasan ini diharapkan membawa pengaruh baik bagi lingkungan sekitarnya, menjauhkan dari hal – hal buruk layaknya jin yang tidak menyukai buah jeruk.

Bentuk dasar buah jeruk yang seperti setengah lingkaran dipotong dan kemudian diekstrude menyerupai prisma segitiga tetapi salah satu sisinya melengkung.


SITE PLAN



site plan tahun 2020







site plan tahun 2035





site plan tahun 2060





DENAH

Masjid


denah masjid lantai 1




denah masjid lantai 2






denah masjid lantai 3



Perpustakaan


denah perpustakaan lantai 1




denah perpustakaan lantai 2



Potongan kawasan





Rencana Sanitasi


rencana sanitasi tahun 2020





rencana sanitasi tahun 2035




rencana sanitasi tahun 2060




Tampak dan Perspektif

Tahun 2020













Tahun 2035














Tahun 2060














Perspektif




27 komentar:

  1. :) ketika membaca : ruwet

    :) ketika melihat desainnya : kagummmmm

    BalasHapus
  2. bentukannya menarik, menimbulkan kesan monumental, kesan yg mnurut sy harus ada untuk sbuah masjid,
    mungkin konsep organik pada bntukan bangunan krg bgitu terlihat,,

    BalasHapus
  3. @damar : organic d ini lebih kepada ketersediaan ruang hijau sbg daerah resapan air, teknologi pengolahan air bekas wudhu dan air hujan agar bisa digunakan kembali sebagai air wudhu, flushing toilet dan untuk menyiram tanaman, serta teknologi photovoltaic, thankss. .

    BalasHapus
  4. bagus fin, cuma mungkin pemasanangan penanda minaretnya terlihat agak terlalu memaksa,. konsep jeruknya lebih bagus lagi jika diolah lebih fleksible

    BalasHapus
  5. 3D na bagus, spektakuler,,,,
    kyk pny tmn sekelasQ...

    BalasHapus
  6. nice design flick..

    tp apa gak aneh teknologi pengolahan air bekas wudhu untuk digunakan jd air wudhu lg..???
    hhe..

    BalasHapus
  7. konsepnya sudah menarik
    tapi untuk dikatan sebagai suatu bentukan organik,saya rasa kurang kena dah..
    tapi konsep jeruknya COOOOOOL
    semangat

    BalasHapus
  8. Dari An Organik Arsitektur, 1939, oleh Frank Lloyd Wright:

    "Jadi di sini aku berdiri di hadapan Anda berkhotbah arsitektur organik: mendeklarasikan arsitektur organik menjadi ideal dan modern begitu banyak pengajaran yang dibutuhkan jika kita ingin melihat seluruh kehidupan, dan sekarang melayani seluruh kehidupan, tidak memegang 'tradisi' esensial TRADISI yang besar. juga menghargai apapun bentuk prasangka baik kepada kita memperbaiki masa lalu, sekarang atau masa depan, tapi - alih-alih - meninggikan hukum sederhana akal sehat - atau super-rasa jika Anda lebih suka - terbentuk dengan cara menentukan sifat bahan ... "(http://architecture.about.com/od/periodsstyles/g/organic.htm)

    BalasHapus
  9. Abad ke-21 akan menjadi kronik kota atau padang pasir? The stark contrast may seem artificial, but powerful forces are pushing global development in both directions at once. Yang sangat kontras mungkin tampak artifisial, tetapi kekuatan besar yang mendorong pembangunan global dalam kedua arah sekaligus. On the one hand, many hundreds of cities are growing rapidly and many of those are thriving. n ur concept could give solution fo that solving...

    BalasHapus
  10. bacanya tak sanggup pin..Only One say Oke dEch!!..hee..

    BalasHapus
  11. mantap konsep organik., photovoltaic n buah jeruknya baguuus....

    tapi mengutip dari yang mbak fifin tulis
    " jeruk merupakan buah yang tidak disukai masjid dan membawa banyak manfaat bagi manusia "

    ni yang dimaksudkan seperti apa ya, saya belom ngerti je???

    BalasHapus
  12. .. wahhh trobosan baruuuu....hehehehe
    PV with Orange...
    :p

    BalasHapus
  13. Om bucen:dengan segala decak kagum Om cuma bisa mengatakan nggak percuma dulu kamu ngotot ke Jogja dengan men"cueki" rayuan Om untuk di Malang aja.Great.

    BalasHapus
  14. Kok ga buah durian aja fin?
    kan lg musim nih..
    hehe

    BalasHapus
  15. hmmm..bagus fin..
    aga ribet se bacanya fin, tapi bagus..
    tapi q bingung pemanfaatan air wudhu lagi tu...
    aga gmna gt..
    tp ide bwt konsep organiknya keren juga...itung2 memperlama waktu bumi untuk terus bernafas...
    heheeee

    BalasHapus
  16. masjit tersebut sudah memenuhi nilai nilai estetika dalam sebuah bangunan yakni diantaranya
    1. nilai nilai yang menyenagkan fikiran , mata dan telinga...dilihat dari view2 yang ada dalam desain tersebut..
    2.sesuatu itu indah jika sesuai denagn fungsi dan tujuannya
    3.ekspresi luhur ( bangunan tersebut mengacu pada sabda rasul
    4.sessuatu yang srtuktural
    5.bentuk sempurna yang ada pada alam.

    BalasHapus
  17. Bagus tuh..
    tapi kalau diterapkan langsung di masyarakat, itu masalahnya, ketidak tauan masyarakat terutama orang2 kampung yang selalu ndak mau ambil pusing nyebapin ide seperti itu susah diterapkan.

    BalasHapus
  18. @anonim2 : haha. . iy salah tulis. . mksudny adalahh. .

    "buah jeruk adalah buah yang tidak disukai jin"

    maap. . maap. . hee

    @areep : haa
    emg problem skrg itu. bnyak org awam yg tidak benar2 mngerti bahwa bangunan harusny ikut menjaga alam karena dy bagian dr lingkungan. .

    @all : terima kasii. .

    BalasHapus
  19. Desainnya 'awesome', akantetapi apakah tdk terlalu lama wkt pengembangannya?

    Pemindahan pertokoan mungkin akan sdikit menimbulkan konflik, spt yg kita ketahui faktanya belakangan ini..

    BalasHapus
  20. pengembangan memang direncanakan dalam waktu yang lama. karena pengambangan sebuah area yang menjadi pusat denyut nadi sebuah kawasan tidak bisa dilakukan secara instan, harus memperhatikan perkembangan kawasan itu juga, termasuk masyarakat, teknologi, dsb. selain itu dimaksudkan agar bangunan ini tidak "mati" begitu saja hanya dlm waktu beberapa tahun.

    area komersil tidak "dihapuskan" tetapi dengan memindahkan ke area komersil yang ada di utara site. Bangunan area komersil yang awalnya hanya 1 lantai akan dibuat minimal 2 lt, maksimal 4 lantai.

    selain itu akan dibuat area komersil sendiri di kawasan masjid ini ( yang menggunakan payung - payung ). Saya rasa tidak akan menimbulkan konflik melihat bahwa area komresil di kawasan masjid yang akan sangat banyak dikunjungi ini akan lebih "menjual". .

    BalasHapus
  21. bagus nak gambarmu....
    sangat briliant sekali idenya. bsa membantu pembangunan negara.
    tar klo saya ada proyek saya kabari...
    ntar mbak wijayanti bisa menghubungi saya..

    Kepala Pemerintahan Yogyakarta

    -Budhe-

    BalasHapus
  22. Bagi orng yg awan Arsitektur ky ak,stlah baca kselurhan,untk bhasan hal yg mnyangkut Arsitektur mlai dr konsep,gambar dll, KEREN ,2jempol Fin...
    Tp da jg yg drasa kurng Fin...
    Dr bbrpa kendala n problem solving yg dtawarkan,dbbrapa bgian kyak kurng dgarap scra mendetail sprti pas nwarin detailnya Arsitektur Masjid. Ambil cntoh ja buat pndukung konsep Organic ny Fin,untuk ulsan mslah pmnfaatn air ma sinar matahari, drasa kok space bhasannya kurng,pa bru sbtas judul/wacana buat 2hal tu??klo emng mau dtwarkan konsep tu lbh bgus emng dhbas lbh mndetail agar kgak tmbul prtnyaan yg kg perlu lg jg ngbantu untuk pemahaman msyrakat awam yg baca ato yg dmn akn dterapkan konsep tu....
    Kg tau ni Fin ni pa yg lg km kerjain, tp stlah baca ni, klo boleh bntu dkit2, trtarik jg ak ma bbrapa hal yg km tawarin d atas, kpn bs share2 breng???? ak da smpet bca2 bku,asik klhatne klo km mau....

    Benz_dl/Smx

    BalasHapus
  23. asw,punya konsep pengolahan air bekas wudhu??
    085250744737

    BalasHapus
  24. Ini Proyek KKN ya?

    Salam buat takmir Al Munawwaroh

    Salam kenal
    SAya mantan ketua RISMA (Remaja Islam Masjid Al Munawwaroh Kricak Kidul Yk), tahun 1994-2000
    Sekarang sedang S3 di Jepang :D
    kebetulan istri saya juga dari Arsitektur UGM

    Tatok
    Graduate School of Information Science & Electrical Engineering.
    Kyushu University
    Fukuoka, Japan

    Kricak Kidul Tr I/1064, RT 41 RW 09
    Yogya

    BalasHapus